Sajak Rindu

Seringkali kita masih terbelenggu. Pada rindu, yang tak kunjung menguap oleh waktu. Kadangkali, rindu itu menyeruak menikam dadaku nan menusuk relung hatiku. Memang, raga kami tak lagi terpatri, nan tubuh tak saling menyentuh. namun jiwa akn tetap bersama apapun jua. Kenangan, akan tersemat rapi dalam angan, dan memori hati, yang akan selalu menyatukan kami. Ketahuilah, rindu ini akan tetap melambung tinggi. Hingga kau bertemu denganku lagi. dan hingga kita bersama kembali. Meskipun aku tau, ini merupakan hal yang tak mungkin. Namun tak apa, karena aku adalah perindu yang tabah.
Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous Post
puisi

Kisah Pelik nan Menelisik

Next Post

Tersemat Harapan