puisi

Kisah Pelik nan Menelisik

Dadaku bergemuruh menatap kedigdayaanmu. Hatiku melolong panjang, tatkala puja pintanya menggeletar sia-sia. Namun lisan tak pernah bosan merapal doa, dengan penuh gegap gempita.

Wahai manusia!. Tataplah mereka, sang peri bumi yang tak lagi miliki harga sejati.Betapa pelik kisah hidup yang menelisik. Dan betapa brangasannya deraan kekurangan, nan sarat akan gurat pilu kesedihan. Percuma saja, kulambungkan angan setinggi awan, akhirnya pun akan jatuh tak bertuan. Karena strata, akan tetap melanglang buana. Yang rendah, biar berkabut gundah gelisah. Yang kaya, biar tindas duka nestapa, adapun sang hedonis tak sekalipun rasa miris.

Kini suasana digenggam kepekatan. Talam-talam kekusyukan, tak lagi menyemai kerinduan. Karena manusia, terlena menyibak tirai dunia, hingga lupa akan sang pencipta.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Post

Pertiwi Ilusi